Cordoba dan Granada Saksi Nyata Peradaban Islam di Bumi Andalusia
By:Harisna Afif Affandi
Spanyol adalah negara dibagian eropa barat, dengan kemegahan dan kemewahan yang ada didalamnya. Spanyol pada masa lampau adalah negara yang menjadi pusat terbentuknya peradaban gemilang, serta menjadi kiblat ilmu pengetahuan dan sains. Dibalik keindahan dan kemegahan spanyol yang kini kita bisa melihatnya, ada sejarah memilukan, dimana islam pernah berjaya dan memimpin eropa. Di Spanyol inilah negeri Andalusia berada, kawasan yang pernah menjadi kekuasaan islam dibawah komando Bani Umayyah.
Andalusia adalah negeri yang indah dan mempesona. Sebuah pembuktian akan kekuasaan islam selama 8 abad lamanya. Zaman sekarang banyak yang mengenal dari kalangan kita seperti, kota Barcelona, Madrid, Sevilla, dan lainnya dengan icon sepak bola yang mendunia. Namun, patut kita ketahui, bahwa kota itu adalah kota yang pernah islam kuasai. Disaat kita membaca kisah ini, sebagai seorang muslim kita akan bangga dengan khayalan kejayaan islam di bumi eropa. Akan tetapi pada lembaran kisah akhir, kita akan merasa pilu, mengapa peristiwa itu bisa terjadi? mengapa kejayaan islam runtuh ditangan penguasa yang dzalim?. Banyak hal yang membuka mata kita untuk merenungi kebesaran islam di Cordoba dan Granada.
CORDOBA
Cordoba merupakan kota besar di Andalusia. Tepat berada disebelah barat Spanyol. Indahnya Cordoba dihiasi oleh tebing yang berdiri kokoh ditepi sungai Guadalquivir. Pada tahun 1691 SM peradaban islam di Cordoba dimulai, pada masa kekaisaran Romawi, Cordoba disebut dengan nama Iberi Baht, sekaligus menjadi ibu kota kekaisaran Romawi dibawah pimpinan kaisar Lotheo. Hanya lima abad kekuasaannya bertahan, kemudian Cordoba diambil alih oleh kekuasaan Byzantium yang dipimpin oleh Raja Goth Barat. Baru kemudian islam mencoba membangun peradaban diwilayah eropa pada tahun 711 M, dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad beserta kurang lebih sepuluh ribu pasukan dari Bani Umayyah untuk menaklukan Cordoba, yang pada saat itu berada dibawah kekuasaan Goth, kekaisaran Visigoth.
Toledo, Seville, Malaga, dan Elvira adalah wilayah selain Cordoba yang berhasil ditaklukan oleh pasukan muslim. Thariq bin Ziyad memimpin pasukan ini, atas mandat yang diberikan dari Gubernur Afrika Utara, yaitu Musa bin Nushair, dibawah pemerintahan Walid bin Abdul Malik (705-715 M).
Madinat al-Zahra, Cahaya yang Meredup
Menelusuri luasnya Andalusia, akan mengenalkan kita pada indahnya Cordoba di masa lampau dan sekarang hanya meninggalkan sejarah beserta reruntuhannya dengan cahaya yang sudah tidak lagi bersinar. Begitulah Madinat al-Zahra, kota dari masa lalu itu. Bermula dari penaklukan yang dilakukan oleh Bani Umayyah dibawah komando Al Walid bin Abdul Malik, Andalusia berhasil tunduk ketangan kaum muslimin. Kemudian pada tahun 750 M. Abdul Rahman I menjadikan Cordoba sebagai pusat pemerintahan. Pada masa kekuasaan Khalifah Abdul Rahman III 936 M, ia membangun di atas bukit Guadalquivir sebagai pusat pemerintahan.
Cahaya yang dahulu begitu terang, sekarang sudah meredup. Menyisakan sejarah yang hanya bisa dikenang, lantas kapan islam akan kembali menguasai eropa? entahlah, kini hanya bisa dikuasai!. Madinat al-Zahra, dengan ciri khas pohon cemara yang menyambut disepanjang jalan dan memberikan kesejukan ditengah panasnya cuaca serta matahari yang menyilaukan kota Cordoba. Madinat al-Zahra bagaikan mutiara ditengah gelapnya kota dimalam hari, dikelilingi benteng, menara pengintai, gerbang istana, dan tiang yang menjulang tinggi menambah kharismatik Madinat al-Zahra. Wilayah ini dahulu adalah tempat dimana umat muslim banyak yang berkumpul, disebuah Pavilum mewah dengan kebun dan kolam luas yang mengitarinya. Kemegahan bangunan ini akan membuat siapapun yang datang menjadi takjub dengan ornamen-ornamen islam yang mengukir disetiap sudutnya. Ini adalah tujuan dari sang Khalifah, agar bangsa manapun yang datang akan mengakui kebesaran islam di Andalusia.
Bagaimana awal mula redupnya cahaya kekuasaan islam disini? Abad ke 11 adalah awal mula keruntuhan kekuasaan sang Khalifah, sehingga pusat pemerintahan pun terlantar. Hal ini terjadi, karena agresi militer pada tahun 1012, yang diakibatkan terpecah belahnya kekompakan kaum muslimin pada saat itu. Dari kejadian itu istana pun hancur. Madinat al-Zahra hanya bertahan 65 tahun dari pembangunannya yang memakan waktu sampai 25 tahun, kemudian runtuh hingga abad ke 19, menyisakan satu bangunan utama yang menjadi saksi bahwa islam pernah berjaya di Cordoba, Andalusia.
Mezquita De Cordoba, Bangunan Masjid yang Tergantikan
Megahnya bangunan peninggalan islam di Cordoba hampir tidak tersisa. Namun, warisan ilmu pengetahuan dan peradaban yang tinggi dari masa kejayaan islam menjadi saksi gemilangnya islam dibumi eropa. Masjid Agung Cordoba atau bisa disebut dengan Mezquite de Cordoba, menjadi salah satu bangunan besejarah yang masih tersisa. meskipun fungsi dari masjid telah tergantikan.
Mezquite de Cordoba pada awalnya adalah gereja peribadatan Visigoth, gereja Romawi bernama San Vicenta Basilica, sebelum kemudian diambil alih oleh kaum muslimin dan dijadikan sebagai masjid. Pada masa kepemimpinan Abdul Rahman I tahun 985 M memulai renovasi dan membuat beberapa bangunan dari masjid kurang lebih selama dua abad. Fase terakhir pembangunan terjadi pada akhir abad ke 10. Pada saat itu islam berada pada posisi paling kuat.
Mezquite de Cordoba memiliki arsitektur yang menawan. dihiasi oleh dua pilar yang terbuat dari batu merah dan putih sehingga menghasilkan motif lurik, yang terinspirasi dari seni Byzantium Romawi. Jika melihat keatas maka akan ditemuai lukisan kaligrafi berlafadzkan Al-Qur'an, menandakan akan keagungan dan kebesaran Allah SWT. Meski begitu, disebagian sisinya masih ada beberapa penambahan dari arsitektur kristen. Bangunan ini memasukan corak gotik, renaissans dan barok pada masa kekuasaan Raja Ferdinand III tahun 1236.
GRANADA
Runtuhnya kekuasaan di kota Cordoba, Granada membuat perjanjian bumerang dengan kerajaan kastila, kerajaan kristen terkuat yang akhirnya menghancurkan islam dari pengkhiantan yang dilakukan. Gerakan Renaissance yang dilakukan oleh kerajaan kristen mencoba merebut Andalusia dari tangan orang islam. Dalam menjalankan misinya, tak segan-segan penguasa dari orang kristen mengusir secara paksa kaum muslimin dari wilayah Andalusia, khususnya di Granada ini. Jika ingin bertahan di wilayah ini maka kaum muslimin harus murtad dan pindah agama menjadi kristen, namun jika masih bertahan dengan agamanya mereka akan membantai kaum muslimin satu per satu. Mereka telah melanggar perjanjian dengan kaum muslimin, dibawah kekuasaan Abu Abdullah, agar tetap tinggal di Granada akan tetapi mereka mengkhianatinya.
Andalusia, banyak yang mengatakan hilang, runtuh, bahkan tenggelam. Namun, goresan sejarah Andalusia mengukir indah kemuliaan dan kebesaran islam di bumi Eropa. Semoga kita bisa mengembalikan ingatan, mempelajari masa lampau, kemudian mengambil pelajaran. Karena kitalah(umat islam) yang paling berhak atas Andalusia.




Komentar
Posting Komentar